Demo Masak Produk Tahu – TAKIS dan NATALE

Sukowiryo, Bondowoso. Sore itu (10/08/2018), acara demo masak yang diselenggarakan di kediaman Sekretaris Desa Sukowiryo ini diikuti oleh beberapa ibu-ibu dari PKK desa Sukowiryo. Adapun acara demo masak ini adalah sosialisasi pembuatan tahu kuning Sukowiryo (TAKIS) dan Nugget tahu lele (NATALE). Acara ini dipelopori oleh Mahasiswa KKN 190 Desa Sukowiryo. Pertama-tama acara ini dibuka dengan sambutan dan doa lalu berlanjut praktik memasak tahu kuning dan nugget tahu lele. Sebelum itu dibentuk 2 kelompok terlebih dahulu yang disertai penyerahan resep dan cara pembuatan TAKIS dan NATALE. Kelompok tersebut adalah Kelompok Tahu Kuning dan Kelompok Nugget tahu lele. Namun disela-sela acara tersebut terdapat waktu kosong seperti saat menunggu air mendidih dan lain sebagainya, maka anak-anak KKN menyiasatinya dengan menunjukkan produk yang telah jadi sebelumnya sehingga kedua kelompok sama-sama mengetahui produk jadi yang tengah  dipraktikan. Acara ini merupakan pengenalan produk sekaligus inovasi dari program kerja KKN 190 desa Sukowiryo yang nantinya menjadi produk unggulan desa. Selesai acara para peserta demo masak mengaku ingin mencoba sendiri membuat produk tersebut di rumah mereka.

TAKIS dan NATALE ini merupakan diversifikasi dari produk tahu. Tahu yang selama ini kita konsumsi biasa-biasa saja menjadi lebih bervariasi dan tidak kalah enaknya dengan tahu yang belum diinovasi. Olahan tahu yang biasanya berupa tahu walik, tahu bakso, tahu bulat dan lain sebagainya dapat kita jumpai di alun-alun kota Bondowoso namun akan jarang sekali kita jumpai di desa Sukowiryo atau mungkin bahkan tidak ada. Dengan begini seharusnya dapat menjadi inovasi bagi calon wirausahawan desa Sukowiryo untuk menciptakan inovasi-inovasi baru baik itu dari olahan tahu maupun bahan baku lainnya seperti ikan lele misalnya. Dan jika tahu dengan lele ini digabungkan, maka lahirlah produk baru seperti yang telah disosialisasikan oleh mahasiwa KKN yakni produk NATALE (Nugget Tahu Lele).

TAKIS (Tahu Kuning Sukowiryo) sendiri mirip seperti tahu kuning pada umumnya. Baik dari segi tekstur yang lembut dan kenyal sehingga tidak mudah rusak waktu  disentuh. Tahu kuning waktu setelah digoreng akan menjadi agak krispi di bagian luar dan tetap lembut di bagian dalamnya. Tahu kuning sukowiryo sendiri memiliki cita rasa unik yang lahir dari bunga pekak kering atau bunga lawang yang biasa ada pada masakan rendang dan olahan daging lainnya. Gunanya adalah untuk meningkatkan selera makan dan sebagai obat bagi gangguan pencernaan.

Sejarah tahu kuning di Indonesia menurut wikipedia bermula pada tahun 1900, terdapat ribuan warga Tiongkok yang bermigrasi ke Indonesia. Sebagian dari mereka kemudian memasuki wilayah Kediri. Tiga orang dari beberapa imigran tadi merupakan pelopor pembuatan tahu kuning. Mereka adalah Lauw Soe Hoek (lebih dikenal dengan Bah Kacung), Liem Ga Moy, dan Kaou Loung. Hingga saat ini, keturunan dari mereka tetap melestarikan dan melanjutkan usaha dari para leluhur mereka, kecuali keturunan dari Kaou Loung.

Faktor utama yang mendorong para imigran Tiongkok memilih lokasi pembuatan tahu di Kediri, karena terdapat kesamaan karakteristik air dengan yang terdapat di Tiongkok. Hal tersebut dikarenakan, proses pembuatan tahu ini tidak mudah dan harus menyesuaikan dengan jenis air, yang nantinya akan mempengaruhi pada hasil akhirnya.

Pada tahun 1912, Lauw Soe Hoek (Bah Kacung) mulai mendirikan usaha tahu. Sedangkan Liem Ga Moy mengawali usahanya pada tahun 1948, tetapi usahanya baru dikenal oleh masyarakat pada tahun 1950. Saat ini usaha tahu Bah Kacung dilanjutkan oleh cucunya A. Herman Budiono putra dari Yosef Seger Budi Santoso (Lauw Sing Hian) yang meninggal pada bulan Mei 2008. Nah, bagimana dengan tahu kuning Sukowiryo? Mahasiswa KKN Sendiri berharap kedepannya Inovasi produk tahu kuning ini dapat berjalan dan berkembang dengan lancar, baik itu dari segi modal, produksi, dan dari segi penjualan. Tahu Kuning sendiri memiliki manfaat yang tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis tahu lainnya, karena memiliki bahan dasar yang sama, yaitu kedelai. Tahu kuning memiliki unsur protein kedelai yang berfungsi menurunkan risiko penyakit jantung. Karena di dalamnya mengandung fitosterol (minyak tumbuhan) yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penyumbatan jantung. Selain itu, di dalamnya juga mengandung isoflavon yang dapat mencegah penyakit kanker, seperti kanker payudara dan dan kanker prostat.

Tahu kuning hasil fermentasi juga dapat meingkatkan pembentukan vitamin K yang baik untuk mencegah pendarahan berlebih pada saat terjadi luka. Tahu kuning yang memiliki bahan utama dari kacang kedelai, dapat meningkatkan produksi hormon insulin, yaitu hormon yang dapat menurunkan kadar gula darah untuk para penderita diabetes.

NATALE (Nugget Tahu Lele), ini sama halnya dengan tahu kuning yang diolah dari tahu. Namun juga divariasikan dengan ikan lele dan rempah-rempah lainnya. Proses pembuatan NATALE ini paling singkat dapat dikerjakan selama 90 menit. Pembuatan NATALE sendiri sama seperti pembuatan nugget pada umumnya yang melewati 3 tahap yaitu pencampuran, pengukusan, dan penggorengan.

Bahan baku tahu sendiri dapat kita peroleh di dusun Blumban. Produksi tahu di sana sangat melimpah. Menurut pendataan KKN, terdapat dua pabrik tahu yang lumayan maju di dusun ini. Para pemilik UMKM ini adalah Ibu Dian yang bertempat di RT 19 dan Pak Rahman di RT 20. Sedangkan bahan baku ikan lele untuk pembuatan NATALE dapat dipasok dari kolam Pak Syaiful di Perumahan Villa Kembang Asri. Ikan lele yang nantinya digunakan sebagai bahan pembuatan NATALE dipilih lele yang berukuran sedang sampai besar untuk hasil produk yang lebih maksimal. Sebab jika lele yang berukuran lebih kecil akan sayang karena dapat mengurangi adonan nantinya han hasilnya kurang maksimal.

Program kerja ini tidak dapat berjalan tanpa dukungan masyarakat sekitar maupun perangkat desa Sukowiryo. Mari bersama-sama membangun desa Sukowiryo supaya lebih maju lagi 😊Amin.

#Sukowiryo #TAKIS #NATALE #KKN190DESAWISATAWIRAUSAHASEJAHTERA #KAMPUNGTAHUSUKOWIRYO

 

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Tahu_Kuning

Related posts

Leave a Comment